apabila kita telah memiliki kebebasan yang dimaksud diatas dengan sendiri nya kita merasa
tenang dan tentram karena kita telah berhasil memiliki beberapa kecerdasan antara lain :
1. IQ = Pikiran yang cerdas
2. EQ= Emosional yang baik dan
3.SQ=spitualitas yang baik
Yang membuat kita benar-benar merasa tentram,sebab spitualitas erat kaitan nya dengan masalah iman atau keyakinan. Orang yang beriman pasti akan menemukan ketentraman hidup yang sejati.Sebab mereka atau kita tidak merasa takut kecuali kepada allah , kita tidak sedih hanya hidup miskin karna yakin allah akan menolong kita, kita tidak cemas menghadapi masalah hidup karna kita tau bahwa tuhan tidak akan membebani masalah diluar batas kemampuan kita. Agar hidup kita menjadi seimbang disaran oleh kazuo murakami PHD. Beliau mengatakan hal-hal sebagai berikut :
1. Pertahan kan niat yang mulia
Niat yang baik akan mampu mendorong kita memperbaiki diri , bahkan akan mengantarkan kita untuk merasa dekat dengan allah swt. Hal ini didasari bahwa allah tentu tidak akan menyia-nyiakan dan perbuatan mulia kita.
2.Hidup dengan rasa terima kasih (Bersyukur)
Hidup dengan rasa syukur atas segala karunia Tuhan Yang Maha Esa jauh lebih meyenangkan ,kita bersyukur karna telah bisa hidup,bisa menghargai dan menikmati hidup setiap hari.
Tampilkan postingan dengan label DICKY MAULANA 94. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DICKY MAULANA 94. Tampilkan semua postingan
Jumat, 04 Maret 2011
Selasa, 01 Maret 2011
pengaruh globalisasi bagi remaja
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara
Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.
Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuk yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama. Theodore Levitte merupakan orang yang pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985.
Scholte melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan globalisasi:
- Internasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional. Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
- Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara, misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi.
- Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh dunia.
- Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
- Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan keempat definisi di atas. Pada empat definisi pertama, masing-masing negara masih mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara.
Senin, 28 Februari 2011
Pergi Berlibur
Minggu yang lalu , saya dan abang saya menghabiskan waktu liburan ke Pekanbaru . Kamitinggal dirumah paman kami disana . Kami pergi kesana menaiki bus . Kami berangkat dari Duripada hari sabtu jam 8 pagi. Sebelum kami pergi ke pekanbaru,kami mempersiapkan yang sesuatuakan kami bawa. Akhirnya jam 11 kami sampai di Pekanbaru dan ternyata paman telahmenunggu kami di terminal. Keesokan hari nya kami melakukan perjalanan kesuatu yang tempatsangat menyenangkan dan takkan terlupakan .. Hal ini merupakan pengalaman yang membuat aku ingin rasanya pergi kesana lagi
Langganan:
Postingan (Atom)